Kepala MTs Nurul Iman Tarowang Tekankan Disiplin Ibadah dan Etika Sosial Usai Shalat Dhuha


Tarowang, 08 Oktober 2025
– Suasana  pagi hari di MTs Nurul Iman Tarowang usai pelaksanaan Sholat Dhuha berjamaah diwarnai dengan Nasehat Pagi yang disampaikan langsung oleh Kepala Madrasah, Hj. St. Sarialang, S.Ag. Dalam arahannya, beliau menekankan pentingnya menjaga kualitas ibadah, merawat fasilitas mushollah, dan menjunjung tinggi akhlak mulia dalam pergaulan sehari-hari.

Nasehat yang disampaikan secara hangat namun tegas ini bertujuan untuk membentuk karakter siswa yang disiplin, beretika, dan bertanggung jawab.

Fokus Utama: Khushu’ dalam Sholat dan Menjaga Lisan

Poin pertama yang menjadi sorotan Kepala Madrasah adalah tentang disiplin dalam beribadah. Hj. St. Sarialang, S.Ag. mengingatkan seluruh siswa/i bahwa Sholat adalah momen krusial di mana umat Islam berhadapan langsung dengan Allah SWT.

"Ketika sholat, jangan ada yang ketawa dan main-main. Kebiasaan buruk itu harus dihilangkan. Kita sedang berhadapan dengan Allah SWT. Jaga khushu’ dan keseriusan kalian dalam setiap gerakan dan bacaan," tegas beliau.

Selanjutnya, beliau memberikan penekanan serius terhadap penggunaan lisan para siswa. Siswa diharapkan untuk menjaga lisan agar tidak mengeluarkan kata-kata yang kotor atau tidak pantas.

"Mari bertutur sapa yang santun. Mulut harus dijaga, karena lisan mencerminkan pribadi. Kata-kata yang baik akan menciptakan lingkungan yang positif dan damai di madrasah," pesannya.

Merawat Fasilitas dan Menjalin Persaudaraan

Kepala Madrasah juga menyampaikan pesan khusus terkait penggunaan fasilitas Mushollah. Secara spesifik, beliau menyinggung giliran kelas 9 yang melaksanakan Sholat Dhuhur berjamaah di Mushollah Nurul Iman lantai dua. Beliau berharap agar seluruh siswa terutama kelas 9, dapat menjaga dan merawat baik-baik mushollah.

"Mushollah, dinding, dan seluruh perlengkapannya, mari dijaga dan dirawat baik-baik. Jangan sampai ada yang rusak. Ini adalah fasilitas kita bersama untuk beribadah," ucapnya.

Terakhir, Hj. St. Sarialang, S.Ag. menutup nasehatnya dengan ajakan untuk menghindari permusuhan, caci maki, dan menjelekkan teman sendiri. Beliau menegaskan bahwa seluruh siswa MTs Nurul Iman Tarowang adalah bersaudara.

"Laki-laki di lingkungan madrasah ini adalah pelindung perempuan. Tidak boleh ada saling bermusuhan atau menjelekkan. Jalin persahabatan, saling mendukung, dan ciptakan suasana belajar yang aman serta nyaman bagi semua," tutupnya.

Nasehat pagi ini diharapkan menjadi pengingat yang kuat bagi seluruh Siswa MTs Nurul Iman Tarowang untuk terus meningkatkan kualitas diri, baik dalam ibadah maupun akhlak, demi mewujudkan lingkungan madrasah yang unggul dan berkarakter mulia.

Editor : Ismail, S.Pd.I

Komentar