Analogi Jam dan Kalender: Kepala Madrasah MA Nurul Iman Tarowang Tekankan Kedisiplinan Waktu dan Perbaikan Diri
Tarowang, 13 Oktober 2025 – Upacara rutin hari Senin MTs dan MA. Nurul Iman Tarowang pada hari ini berlangsung khidmat. Kepala Madrasah, Ibu Nurnisa, S.Pd.I., dalam amanatnya menyampaikan pesan mendalam mengenai pentingnya memanfaatkan waktu dan semangat perbaikan diri, yang dianalogikan melalui dua benda sederhana yang akrab dalam kehidupan sehari-hari: Jam dan Kalender.
Di hadapan seluruh dewan guru dan siswa-siswi, Ibu Nurnisa, S.Pd.I., membuka amanatnya dengan mengajak para peserta upacara untuk merenungkan makna dari Jam.
"Coba perhatikan jam di tangan atau di dinding. Ia selalu berputar, detik demi detik, menit demi menit, kecuali jika ia rusak. Dari jam ini, kita bisa mengambil pelajaran berharga: Waktu itu tidak bisa diputar kembali," tegas Kamad.
Beliau menekankan bahwa setiap detik yang terlewat adalah kesempatan yang hilang. Oleh karena itu, seluruh siswa dan siswi diajak untuk menggunakan waktu yang diberikan sebaik-baiknya. "Mari kita gunakan waktu sebaik-baiknya untuk memperbaiki diri. Jangan sia-siakan kesempatan belajar dan berbuat baik hari ini," lanjutnya.
Pesan kedua disampaikan melalui analogi Kalender. Ibu Nurnisa mengingatkan bahwa kalender memiliki lembaran yang bisa dibalik ke hari berikutnya, namun lembar pertama (hari yang sudah terlewati) tidak akan bisa kembali.
"Coba perhatikan kalender. Setiap lembar bisa dibalik ke depan, menandakan hari baru dan kesempatan baru. Tetapi, lembar yang sudah berlalu, lembar pertama, tidak bisa kembali. Ini bermakna, jika hari kemarin kita malas belajar, jika lembar kalender hari itu kurang maksimal, maka hari ini adalah lembar baru untuk memperbaiki diri agar lebih rajin dan semangat lagi dalam belajar," ujar Ibu Kamad penuh semangat.
Ibu Nurnisa, S.Pd.I., juga secara khusus menyoroti masalah penggunaan waktu di luar jam pelajaran, khususnya terkait kehadiran dan aktivitas siswa. Beliau mengimbau agar siswa tidak menghabiskan waktu berharga untuk hal-hal yang kurang produktif seperti bermain game secara berlebihan.
Sebagai penutup, Kepala Madrasah mengajak seluruh siswa-siswi untuk menyelaraskan penggunaan waktu mereka dengan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat yang meliputi: Bangun Pagi, Beribadah, Berolahraga, Makan Sehat dan Bergizi, Gemar Belajar, Bermasyarakat, dan Istirahat Cepat.
"Mari kita gunakan setiap waktu yang ada sesuai dengan 7 kebiasaan Indonesia Hebat. Jadikan hari ini lebih baik dari hari kemarin, dan hadapi hari esok dengan persiapan yang matang. Ingatlah, waktu adalah pedang yang jika tidak kita manfaatkan, maka ia akan menebas kita," tutup Ibu Nurnisa, S.Pd.I., mengakhiri amanatnya dengan harapan besar terhadap kemajuan dan kedisiplinan siswa-siswi MTs dan MA. Nurul Iman Tarowang.
Editor : Ismail
Komentar
Posting Komentar